Mustika dan Lambang Ular

6 Apr

MUSTIKA DAN LAMBANG ULAR

DSC00023

Ular tinggal di berbagai tempat, iklim dan lingkungan, ada dalam berbagai warna, bentuk dan ukuran sehingga makhluk ini dapat dikatakan salah satu yang paling serbaguna dari semua.

Memang ular menghadirkan berbagai kepandaian, transmutasi dan perubahan, kecenderungan alami mereka untuk “melepaskan kulit mereka” meninggalkan yang tua, dan mengadaptasikan kepada yang baru.

Ular sepanjang zaman telah melahirkan berbagai pandangan kontroversi dalam banyak hal.  Beberapa orang melihat ular sebagai pembawa kejahatan atau berita tidak baik, tetapi kebanyakan orang melihat ular sebagai penyembuh dan ikon spiritual. Perdebatan diantara kaum Kristen selalu terjadi mengenai apakah ular adalah pengejawantahan kejahatan atau suatu ikon spiritual dan kudus. Terdapat banyak referensi mengenai ular di dalam kitab Injil, beberapa  melukiskan makhluk ini sebagai pembawa kejahatan, tetapi sebagian besar mengacu pada perannya sebagai penyembuh dan perenungan spiritual.

Tidak ada dimanapun di Kitab Injil yang mengatakan ular itu jahat, bagaimanapun, seperti umumnya makhluk, manusia atau binatang, mereka menguasai kedua-duanya, kualitas yang mulia dan dipertanyakan. Beberapa orang takut akan mereka dan banyak lagi yang lain terpesona olehnya. Sebagaimana semua orang tahu dicampakkannya Adam ke dunia fana ini akibat godaan setan untuk memakan Kuldi si buah larangan.

Kebanyakan dari kita mengenali ular digunakan sebagai simbol kedokteran atau pengobatan, dengan penggambaran dua ular membungkus sebuah tongkat. Ini juga mendukung reputasi lambang mereka sebagai penyembuh. Di India, ular sangat dihormati dan menjadikannya sebagai cerita rakyat dalam budaya mereka; Vitana, ibu ular, adalah lambang air dan dunia bawah tanah dan Dewi Shiva selalu menggunakan ular pada badannya sebagai perhiasan yang melambangkan kekuatan sexualitas. Orang Indian Amerika juga melihat ular sebagai lambang kesuburan dan penyembuhan yang representatif.

Mereka yang dikatakan memiliki kualitas seperti ular mempunyai kendali atas emosi mereka, intuisi yang sangat baik dan kemampuan untuk sembuh dengan cepat. Mereka tidak cepat marah tetapi mempunyai tenaga sangat besar yang tersembunyi dan akan menggunakannya saat menyerang dengan kendali dan ketepatan yang akurat.  Mereka dan binatang melata sejenisnya, kepada lawannya akan memberi peringatan terlebih dahulu sebelum menyerang, sedangkan yang lain akan menyerang dengan kuat dan tanpa peringatan.  Sekiranya menyerang, ular jarang menyerang kecuali jika diprovokasi. Hal ini menjadi suatu pelajaran sempurna untuk kita semua. Yang lain harus berjaga-jaga ketika berada di wilayah ular dan harus menghormati daerah ular tersebut.

Ular membangkitkan intuisi gaib dan rohani pada orang yang memilih lambang ini atau terpilih olehnya. Ular dihubungkan dengan kekuatan kreativitas yang tak terlihat pada pekerjaan. Dengan lambang ular, kemampuan intuisi dan pengamatan menjadi lebih teliti dan lebih akurat. Ketika ular menghadirkan perubahan dan intuisi akan menghadirkan perkembangan baru yang besar dalam hidup dan naluri yang sesuai untuk memutuskan perubahan, dan menghasilkan  efektifitas yang tinggi. Seperti langit yang terbuka luas, mereka menghadirkan keterbukaan terhadap pengalaman baru.

Ular di alam liar biasanya mempengaruhi sekitarnya untuk menjadi tenang dan damai. Mereka berburu makanan ketika lapar dan dapat bertahan dalam periode yang lama tanpa makan lagi. Mereka berjemur pada batu yang hangat dan pada umumnya tidak akan menyerang kecuali jika terpaksa. Mengganggu atau memprovokasi ular seperti yang sering dilakukan orang adalah perbuatan yang keliru dan sangat tidak bijaksana. Karena sifat alami mereka yang tenang dan sedikit malu. Banyak yang percaya bahwa mereka terlalu pendiam untuk melakukan kejahatan dan  tampak seolah-olah diam dan tidak sadar akan sekitarnya, sementara jika tertekan mereka dapat dan akan melakukan pukulan atau gigitan yang sangat berbahaya, kadang-kadang tanpa peringatan, itu dapat meninggalkan kerusakan permanen atau bahkan dapat menyebabkan kematian pada korbannya.

Ular adalah lambang kekuatan, menandakan keabadian, kebijaksanaan, transformasi dan intuisi. Kebijaksanaan mereka diekspresikan sebagai penyembuh dan ular telah digunakan sebagai lambang ini selama berabad-abad.

 

Mustika Ular sarat kebaikan

Kebijaksanaan, penyembuhan, intuisi, menumbuhkan tenaga kreatifitas, kemampuan untuk menangani perubahan tanpa perlawanan, kesempatan baru untuk perubahan, vitalitas materiil, intelektualitas, material vitality, intelek, kekuatan mengendalikan dalam perkataan dan pikiran, kendali emosional, peningkatan kepekaan kepada lingkungan, peningkatan kepekaan terhadap bau, transmutasi, dan peningkatan kekuatan pengamatan.

MUSTIKA ULAR BERBISA

Mustika kobra pada umumnya mempunyai tekstur dan warna yang sangat unik. Walaupun berasal dari jenis ular yang sama namun mustika yang dipunyainya tidak sama baik tekstur, bentuk dan warnanya. Warna-warna segar adalah ciri khas mustika ular kobra; merah, kuning, orange, hijau dan putih seakan-akan hidup, bahkan kadang sangat mirip dengan jelly.

King Cobra snake atau disebut hamadryad (ophiophagus hannah) dari suku Elapidae panjang tubuh yang dewasa bisa mencapai 6 meter, dan merupakan ular berbisa yang terpanjang di dunia. King Cobra snake banyak ditemukan di Indonesia yaitu di pulai Jawa, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi dan Nias Sifat mustika King Cobra tidak jauh berbeda dengan sifat ularnya sendiri, yakni dapat menambah keberanian, kecerdasan dan agresif.

   DSC002a    Dug

Mustika pada foto sebelah kiri besarnya sekitar 3.5cm x 2,5cm, bentuknya yang oval dengan berat sekitar 33gram. Warna merah darah segar diselingi warna putih susu. Selain warna-warna merah, mustika king cobra juga ada yang berwarna kuning menyala, hijau segar. sebagaimana foto kanan.

Mustika

6 Apr

MUSTIKA (Geliga, Mutya)

http://www.p-g-a.org/NavaMoti.html

Mustika bukan batu permata karena bukan berasal dari bahan dasar batu seperti sedimen, kapur,  karbon dan bahan dasar lainnya.

Proses terjadinya hampir sama dengan mutiara. Mutiara terbentuk di bagian dalam cangkang kerang, yang seakan-akan tumbuh dan membesar dari bagian dalam cangkangnya.  Sedangkan mustika ditemukan di bagian dalam tubuh binatang, bisa berada di bagian kepala, daging,  perut atau di anggota tubuh lainnya.

Keberadaan mustika dapat ditemukan di semua jenis binatang seperti ular, buaya, harimau, badak, burung, ikan dan binatang lainnya.  Namun tidak semua binatang mempunyai mustika. Mustika dapat juga berasal dari dalam batang tumbuh-tumbuhan atau buah-buahan.

mustikakaa

Mustika sendiri sebenarnya merupakan kristalisasi dari energi positif yang dihasilkan oleh anti-body binatang, yang  biasanya berbentuk lendir yang kemudian dalam beberapa yang cukup lama menjadi keras dan membatu. Proses terjadinya relatif singkat dibanding terjadinya batu permata yang memerlukan waktu jutaan tahun.

Kata ”Mustika” selama ini dikenal hanya sebagai istilah atau perumpamaan bagi sesuatu yang paling disayangi, indah dan berharga, seperti ”mustika hati” sebagai sebutan bagi anak yang baik dan yang disayangi.  Atau sebutan bagi sesuatu yang mempunyai kekuatan seperti ”pedang mustika” dan lain sebagainya.   Kadang bila kita menyebut ”mustika’ saja, kita akan langsung membayangkan pada sebuah benda semacam batu permata.

Mustika dikenal oleh beberapa penduduk benua Asia tenggara. Di Malaysia dan Brunai orang menyebutnya Geliga, di Philipina disebut Mutya.  Orang-orang India juga tidak asing dengan benda-benda ini, demikian pula orang-orang asia lainnya seperti Cina, Korea, Jepang, Muangthai dan orang Asia lainnya. Bahkan orang-orang di beberapa negara  Afrikapun tidak asing dengan batu yang ditemukan di dalam tubuh binatang.

Bentuk dan tekstur mustika

Bentuk mustika pada umumnya bulat, oval dan beberapa berbentuk tak beratutan, sedangkan tekstur mustika pada umumnya kasar dengan  motif dan warna yang sangat bervariatif.

          DSC00022

Kecuali bentuknya yang kadang mirip, namun sifat mustika berbeda dengan batu permata. Kalau diperhatikan lebih teliti, bentuk dan tekstur mustika sangat unik dan seakan-akan ”hidup”, segar, seperti berminyak dan basah, padahal kering, khususnya yang ”kristal”, beberapa seakan-akan terbuat dari bahan jelly dengan warna-warna yang ”hidup” seperti kuning, orange, merah, ungu, biru, hijau dan warna putih bening seperti air.  Hampir sebagian besar mustika mempunyai permukaan tidak rata   namun masih tetap halus alami dan mengkilat, berbeda dengan batu permata yang harus dilakukan proses penggosokan terlebih dahulu agar halus dan mengkilat, mustika tidak demikian.  Ada beberapa  memang  mempunyai permukaan kasar dan tidak mengkilat. Banyak mustika berbentuk bulat atau lonjong, sebagian lagi berbentuk tak beraturan, demikianpun ukurannya sangat bervariatif, mulai dari sebesar beras sampai sebesar bola tenis.

Bentuk-bentuk bulat dan oval biasanya ditemukan pada bagian daging pada tubuh binatang. Sedangkan bentuk-bentuk tak beraturan biasanya ditemukan pada bagian perut dan pada bagian-bagian lunak anggota tubuh seperti jantung, hati dan bagian dalam lainnya.

Karena keistimewaan dan kelebihan sifat dasar mustika yaitu menetralisir energi negatif, maka banyak paranormal menganggap bahwa mustika dapat digunakan sebagai amulet (jimat).

Masih sejenis mustika adalah ”Mahkota”.

Disebut Mahkota karena ditemukan melekat pada tulang dahi tengkorak binatang dengan bentuk dan teksturnya  lain dengan mustika. Pada umumnya berbentuk mirip gunung dengan tekstur berlapis-lapis dengan warna relatif tidak mencolok.

            DSC00k061

Demikianpun dengan bahan, sangat berbeda dengan mustika.  Bahan yang terbentuk seperti berasal dari zat kapur/tulang bercampur lendir yang mengeras. Dapat dibayangkan apabila mahkota tersebut masih melekat pada binatangnya sendiri  semasa masih hidup, pasti tidak berbeda dengan mahkota atau semacam topi berbentuk gunungan pada bagian atas kepalanya.

Berdasarkan pengamatan supernatural, energi yang dihasilkan oleh mahkota rata-rata masih lebih kecil dibanding mustika. Hal tersebut dapat dimaklumi, karena secara biologis walau letak  mahkota dikepala bagian atas tepat diatas otak binatang dan langsung dapat terlihat seakan-akan merupakan senjata, namun dari proses kejadiannya, mahkota bukan merupakan kristalisasi dari energi binatang tersebut.

Secara fisik  letak mahkota sangat memperngaruhi penampilan serta psikologis binatang tersebut.

Daerah Asal Mustika

Umumnya berasal dari daerah-daerah dimana binatang dapat hidup bebas, liar dan alami, seperti hutan-hutan belantara termasuk sungai, rawa dan danau serta lautan di seluruh kepulauan Indonesia.

Mustika ular, babi hutan, burung, biawak dan binatang lainnya banyak ditemukan di Irian dan Kalimantan. Mustika Ikan banyak ditemukan di kepulauan Sumatera, seperti di Mentawai, Nias dan kepulauan Riau.  Sedangkan mustika Badak, Harimau, Ular dan beberapa mustika binatang berkaki empat banyak ditemukan di pulau Jawa, Sumatera. Mustika Lipan, Kalajengking, dan binatang-binatang melata berbisa banyak ditemukan di Sulawesi, Maluku, Kalimantan dan Sumatera.

Mustika Naga

Disebut Mustika Naga (Dragon Ball) mengingatkan kita pada cerita anak-anak Jepang yang sangat populer yang berjudul ”Dragon Ball”.

Mustika Ular dijuluki Dragon Ball karena baik bentuk, ukuran dan warna-warnanya mirip sekali dengan bola-bola ajaib dalam cerita ”Dragon Ball” (Bola Naga).

              c

Mustika Naga (Dragon Ball) berasal dari binatang ular yang sangat besar, yang pernah hidup ribuan tahun lalu. Ukuran tubuh ular ini kira-kira sebesar drum atau berdiamater 50 cm, mungkin lebih. Binatangnya sendiri sudah mati dan hancur, sedangkan mustikanya tertinggal di alam bebas. Hanya peranormal tertentu, yaitu pawang mustika yang dapat mengetahui keberadaan mustika ini, demikianpun dengan cara mengambilnya. Diameter Mustika Naga adalah 5,5 cm lebih.

 

Spesifikasi Mustika dan Mahkota

Mustika Ular

Bentuk Mustika Ular pada umumnya adalah bulat mirip bola ataupun oval. Sedangkan tekstur mereka sebagian besar dengan motif sisik, permukaan kasar, dan sebagian besar kristal. Beberapa memang ada yang padat dan dengan permukaan rata, dengan warna pudar serta tidak mengkilat.

DSC00197

Warna-warna merah, hitam,  merah dan bahkan biru banyak mendominasi sebagian besar mustika Ular.

Mustika ini banyak ditemukan pada bagian leher, badan, dan dekat ekor ular. Semua jenis ular, baik jenis ular berbisa maupun tidak kemungkinan bisa mempunyai mustika, utamanya yang berukuran besar.

Ukuran mustika merefleksikan ukuran binatangnya. Sebagai ilustrasi, jika ukuran mustika sebesar 5 cm lebih, maka dapat diperkirakan ukuran dari ular pemiliknya,  kira-kira 10 kali lipatnya yaitu sekitar diameter 50 cm. Percaya atau tidak, di belantara hutan tropis di Indonesia seperti di Kalimantan, Sumatera, Papua dan Sulawesi dan mungkin di Jawa, masih hidup  ular seukuran itu.

Sebagian besar daerah di Indonesia terdapat ular phyton yang cukup besar, menyebar di seluruh pelosok dan hutan belantara. Masih sejenis ular phyton ini di pulau Jawa dikenal antara lain ular Sanca, ular Sawah, Puspakajang Puspamacan dan Puspakembang. Beberapa ular hanya dikenal di Sumatera seperti ular Buro dan ular Tikar .

Mustika Lipan (Kelabang)

Sebagian besar orang akan mengatakan bahwa lipan terbesar yang pernah mereka lihat paling-paling tidak sampai sebesar jari kelingking mereka yang kira-kira berukuran 1cm.

ccc1

Saya sendiri pernah melihat Lipan/Kelabang yang panjang nya lebih dari 1 meter dengan lebar tubuh tanpa kaki sekitar 10cm. Saya yakin benar bahwa binatang itu adalah jenis Lipan terbesar di dunia.

Tapi tidak heran, mungkin beberapa ribu tahun silam pernah terdapat binatang sejenis Lipan, yang mempunyai mustika dan walau binatangnya sudah musnah tapi mustikanya masih tertinggal di alam ini.

Warna asli mustika Lipan adalah orange tua dengan tekstur tertentu dan umumnya transparan (kristal) dan beberapa padat. Ada juga warna lain seperti putih bening, putih, hitam, merah dan kuning.

Mustika lipan yang paling istimewa dan paling populer adalah yang berasal dari bagian kepala dengan rata-rata berukuran sangat kecil, sekitar 1,5 – 2 mm berwarna putih bening.

ccc4

Keenam mustika dalam foto sebelah kiri ini adalah mustika paling istimewa, berasal dari bagian kepala yaitu empat (warna bening) biasanya berada dimulut, sedangkan yang berwarna hitam berada di pangkal sungut.

Mustika pada bagian mulut dipercaya mempunyai energi atau kekuatan khusus untuk bertarung dalam memperebutkan Lipan betina. Dengan sendirinya hanya Lipan-Lipan jantan saja yang memiliki mustika mulut atau sungut.

Mustika Harimau dan Beruang

          DSC00222a

Mustika Harimau ini mempunyai warna merah dengan motif semacam bintang. Mustika binatang ini pada umumnya tumbuh pada bagian tubuh dan beberapa berasal dari bagian jantung dan perut.

 Mustika  Beruang  biasanya mempunyai bentuk tak beraturan dengan warna kecokelat-cokelatan. Seperti halnya mustika Harimau mustika binatang ini juga pada umumnya tumbuh pada bagian tubuh.

Ukuran rata-rata mustika yang ditemukan adalah 2,5cm, tidak jauh berbeda antara mustika yang ditemukan di tubuh Harimau maupun Beruang. Tekstur pada umumnya padat dan kristal, dengan permukaan yang tidak rata dan bentuk umum bulat, oval dan sebagian tak beraturan.

Mustika Buaya

Di Indonesia, buaya banyak ditemukan hidup di pulau Kalimantan, Papua dan Sumatera. Semua mustika berasal dari pulau-pulau tersebut.

a6

Bentuk dan tekstur mustika buaya tidak jauh berbeda dengan mustika harimau maupun beruang. Selain ditemukan pada bagian tubuh juga ditemukan pada bagian perut.

Mustika Ikan Laut.

Pada dasarnya mustika ikan banyak ditemukan, namun hanya ikan-ikan besar saja yang banyak ditemukan mustikanya, seperti ikan Paus, Hiu, Dugong dan lainnya seperti Ikan Pari dan Cakalang.

         DS00080

Menariknya, mustika ikan ternyata mempunyai tekstur yang spesifik, berbeda dengan tekstur binatang darat, demikianpun dengan warna-warnanya.  Mustika ikan ditemukan pada bagian tubuh dan kepala. Mustika ikan Paus bisa mencapai sebesar 4-5cm. Bentuk umum mustika ikan laut adalah tidak beraturan.

Mahkota

Semua mahkota mempunyai bentuk dan tekstur yang sama kecuali mahkota Harimau dan mahkota burung atau kucing hutan. Bentuk Mahkota rata-rata seperti gunung dengan tekstur berlapis-lapis dan kasar

         DSC00059

Kalau diperhatikan lebih dalam, mustika-mustika ini sepertinya terdiri dari kapur sebagai bahan yang sama dengan tulang, berbeda dengan bahan terbentuknya mustika.

Dapat dipahami karena mahkota selalu ditemukan melekat pada tengkorak binatang. Mahkota-mahkota yang hampir mirip bentuk dan teksturnya adalah mahkota ular, lipan, biawak dan buaya. Kecuali berbeda ukuran, perbedaaan lain nyaris tidak mencolok.

Karakter Mahkota tidak jauh berbeda dengan karakter mustika dari binatang yang sama, kecuali kelebihan lain yang mencolok yaitu pengaruhnya, karena ternyata energi pada mahkota lebih bertujuan untuk pertahanan diri, sehingga kekuatan energi yang ditimbulkan lebih bersifat untuk pertahanan dan penolak energi negative yang kuat.

Karakter Mustika dan pengaruhnya.

Pada dasarnya mustika mempunyai sifat menolak energi negatif, baik melumpuhkan energi negatif yang berasal dari luar maupun energi negatif  yang keluar dari dalam,  misalnya disebabkan oleh gangguan metabolisme tubuh akibat makanan.  Sifat-sifat menolak dan bertahan  secara alami dan dengan sendirinya inilah yang  sangat membedakan mustika dengan amulet  lainnya.  Energi-energi tersebut akan berpengaruh terhadap lingkungan khususnya bagi pembawa/pemilik mustika.  Karena energi yang dipancarkan adalah energi positif,  maka pengaruhnya juga bersifat positif seperti meningkatkan kewibawaan,  percaya diri,  keberuntungan, menambah kepekaan, menenangkan,  mendamaikan dan  lainnya yang bersifat positif.

Nama dan Khasiat Bambu Unik

5 Apr

BAMBU UNIK

Alam telah melahirkan bermacam bentuk bambu-bambu yang tumbuh secara tidak normal dan  unik. Keunikan tersebut bisa meliputi batang, ruas dan ranting. Bambu normal biasanya berbatang lurus mulai dari pangkal hingga ujung dan tidak bercabang. Keadaan abnormal pada batang dan ranting dan dikategorikan unik bila batang bambu dan atau ranting-rantingnya bercabang dua atau lebih. Termasuk batang yang dalam keadaan normal tumbuh lurus ke atas menjadi unik karena tumbuhnya bengkok, melingkar atau menghadap ke bawah.

Pada keadaan normal semua ranting bambu menghadap ke atas. Bila ada ranting yang tumbuh terbalik, maka bambu tersebut menjadi abnormal. Pertumbuhan ranting bambu abnormal yang lain adalah ruas yang  melilit, seakan tidak saling bertemu.

Pertumbuhan ranting selalu mengikuti pertumbuhan ruas. Bila terdapat ruas yang melilit, maka ranting bambu tersebut juga akan tumbuh melilit mengikuti ruasnya.

Ranting bambu, normalnya tumbuh zig-zag dan hanya berjumlah satu, dan menjadi abnormal apabila ranting-ranting bambu tumbuh lebih dari satu pada ruas dengan posisi bertolak belakang. Banyak keunikan lainnya yang ditemukan, seperti kombinasi cabang dan ruas, cabang dan ranting, batang-ruas dan ranting.

 

Bambu Patil Lele

Bambu Patil lele adalah bambu dimana ranting-rantingnya tumbuh bertolak belakang. Disebut patil lele karena mirip dengan sirip tajam yang tumbuh di bagian kiri kanan tubuh pada ikan lele. Bambu Patil lele yang sebenarnya adalah yang rantingnya tumbuh pada satu ruas. Bambu Patil Lele yang ranting-rantingnya tumbuh pada dua ruas yang berdempetan bukan dikategorikan bambu patil lele. Ranting patil lele yang tumbuh pada bambu Ori kadangkala berbentuk duri.

Dari sisi supranatural, bambu Patil Lele mempunyai khasiat sebagai tumbal bila orang budi daya udang atau ikan di tambak atau kolam.

Beberapa kombinasi bentuk patil lele: Patil Lele biasa, yaitu patil lele yang ranting-rantingnya tumbuh berlawanan pada salah satu ruasnya; Patil Lele Tapak Jalak, yaitu ranting-rantingnya tumbuh berlawanan pada ruas yang satu dan ruas berikutnya; Patil Lele Carang, yaitu pada satu ruas tumbuh lebih dari dua ranting dengan ukuran hampir sama.

Perhatikan gambar di bawah, perbedaan terlihat cukup mencolok pada rantingnya.

CIMG4286aCIMG402ajkkia

Patil Lele bisa hanya pada satu ruas, dapat pula tumbuh  lebih dari satu ruas, bahkan terdapat patil lele sampai susun sembilan. Semakin banyak patil lele semakin langka dan energi positif yang ditimbulkan  juga semakin besar.

Bambu Pethuk (Jw : Pring Pethuk)

Bambu Pethuk (pethuk artinya bertemu) sendiri adalah bambu dimana dalam satu buku-buku terdapat ranting yang tumbuh melawan arah  dan berhadapan dengan ranting lawannya. Bambu ini seringpula disebut sebagai Pring temu ros (bhs Ind : Bambu bertemu ruas). Ros,  dalam bahasa jawa berarti ruas, dan pring temu ros dalam filosofi jawa diartikan sebagai bambu yang memiliki khasiat dapat meningkatkan ros = roso/rasa, perasaan, keinginan.

Kualitas bambu pethuk dapat dibedakan klasifikasi berdasarkan jenis bambunya; bumpet (tidak berongga) atau berongga seperti bambu pada umumnya serta ranting-ranting yang tumbuh.

Bambu Cabang (Bambu Sampit, Bambu Belah)

Bambu yang tidak kalah uniknya adalah bambu yang batang atau rantingnya bercabang atau seakan-akan terbelah, sehingga ada yang menyebutnya sebagai Bambu Belah. Cabang bambu selalu dimulai dari salah satu ruasnya. Biasanya bagian pangkal cabang-cabang tersebut masih menyatu, dan pada ruas berikutnya baru memisahkan diri menjadi cabang.

Bagian yang bercabang dapat terdiri lebih dari dua cabang atau lebih,  semakin banyak cabang semakin langka dan menjadi lebih unik bambu tersebut. Adakalanya ditemukan cabang-cabang yang membentuk seperti jari manusia (contoh foto dibawah ini).  Banyak bambu belah hanya terdiri dari dua cabang.

CABANY

 

Bambu Berlubang

Bambu berLubang banyak dan teratur pada setiap buku-bukunya, bentuknya menjadi seperti bangunan bertingkat dengan lubang jendela yang besar-besar. Nama mistis bambu ini adalah Bambu Tongtong Seribu.

Lubang-lubang pada bambu ini bukan terjadi karena dimakan binatang (kumbang ataupun kelelawar), namun sejak tumbuh sudah mempunyai lubang-lubang. Pada waktu ditemukan lubang-lubang tersebut biasanya masih tertutup “slumpring”, yaitu kelopak yang biasanya menutupi buku-buku pada pucuk bambu atau bagian buku-buku bambu yang masih muda.

Kombinasi dari bambu lubang dan ranting akan menjadi semakin unik bentuknya. Beberapa ranting kadangkala tumbuh menembus lubang-lubang batangnya. Bahkan adapula yang tumbuh dari bagian dalam ruas.

lubangmg lubanggg

Bambu yang rantingnya menembus batang pada foto kanan dijuluki Bambu Ngrogo Sukmo atau berarti bambu “menembus sukma”.

Bambu Lilit

Disebut Bambu Lilit karena ruasnya tumbuh seperti melilit sehingga buku-bukunya seakan-akan juga ikut melilit. Bambu ini termasuk unik dan juga langka.

Semakin banyak lilitan semakin langka dan besar energinya. Jumlah lilitan minimal dua dan maksimal tak terbatas, bisa mencapai belasan lilitan bahkan lebih. Apabila lilitannya banyak maka bentuknya mirip sekali seperti spiral. Dan, apabila bentuk lilitan tersebut dikombinasikan dengan ranting-ranting yang tumbuh, maka bentuknya akan menjadi sangat unik dan menarik.

Secara khusus bambu lilit mempunyai khasiat menolak energi negatif yang kuat seperti guna-guna, santet dan gangguan metafisik yang buruk yang sengaja ataupun tidak sengaja.

CIMG4325a bbkm1aCIMG42m83a

Perhatikan foto sebelah kiri dan tengah, lilitan yang dihasilkan membentuk seperti simbol Yin Yang, yaitu simbol yang berasal dari kebudayaan cina yang berarti “keseimbangan”, mempunyai energi kuat  sekali untuk menolak energi negatif.  Motif Yin-Yang ini juga terdapat pada sisi baliknya. Sedangkan pada foto sebelah kanan, pada lilitan tertentu ranting-rantingnya  tumbuh membentuk seperti patil lele.

 Bambu Buta dan Bambu Buntu/Bumpet

Pada umumnya, setiap ruas batang bambu tumbuh pethel/ranting , namun tidak demikian dengan bambu buta.  Disebut  Bambu Buta, karena pada salah satu atau  pada beberapa ruasnya sama sekali tidak ditumbuhi pethel atau ranting. Bagian batang yang  ruasnya tidak ada pethel/ranting tersebut disebut bambu Buta.

Bambu Buta dapat ditemukan pada hampir semua jenis bambu, utamanya bambu Ori, Rampal dan bambu Ampel.

Bambu Buntu atau Bambu Bumpet  adalah bambu yang buku-bukunya tidak berongga/berlubang, menjadi seperti batang pohon tanaman lain. Berbeda dengan bambu buta, biasanya semua batang dari pangkal hingga pucuk pohon bambu pada bambu ini seluruhnya ”buntu” atau tidak berongga.

 Bambu Kosong (Jw :  Bumbung Wung-Wang)

Adalah bambu yang salah satu, beberapa atau bahkan seluruh ruasnya bagian dalam tidak ada sekat sehingga tidak ubahnya sebuah pipa.  Bambu dengan keanehan seperti ini termasuk langka dan sulit ditemukan.

Selain jenis-jenis bambu seperti di atas, ada bagian-bagian bambu yang juga cukup unik dan bahkan dianggap mempunyai khasiat tertentu, yaitu bunga bambu yang mempunyai khasiat sebagai pelarisan atau mahabah.

Selain itu, didalam batang bambu sering ditemukan air bambu yang cukup banyak yang mengisi rongga buku-bukunya. Menurut beberapa orang air bambu diyakini dapat digunakan untuk mengobati berbagai penyakit seperti darah tinggi, kolesterol dan sebagainya, dengan cara diminum.

Banyak sekali bambu unik ditemukan di alam Indonesia. Di bawah ini beberapa contoh bambu unik beserta nama “mistis”nya dan juga khasiatnya.Bambu Silih Asih, Bambu Jrejet Codoh, Bambu Carang Lanang

Kegunaan dari bambu-bambu ini adalah untuk tumbal dan pelarisan di toko/kios agar para pembeli berdatangan dan barang dagangan cepat dan banyak laku dijual.

Cara penggunaannya : bambu ini dibungkus kain putih dan digantungkan di atas pintu masuk bagian dalam. Bisa juga digantungkan di atas plafon.

cabanga

Bila digunakan oleh para sales marketing, sebaiknya bambu ini disimpan di tas kerja dan dibawa sehari-hari pada waktu menghadapi calon pelanggan.

Tiga bambu ini adalah jenis bambu cabang, yang berasal dari bambu Ori.

Bambu unik lainnya seperti Bambu Nogo Gandu dan Bambu Tapak Nogo, adalah bambu-bambu untuk menjaga keamanan rumah tangga dari segala macam gangguan yang datang. Dapat juga untuk menjaga tempat-tempat usaha seperti kantor, pabrik dan toko.

nogoa

 Selain menjaga keamanan, bambu ini juga mempunyai khasiat memperlancar rezeki.

Cara pengggunaannya, bambu ini dibungkus kain putih kemudian digantungkan di atas pintu masuk bagian dalam rumah, kantor, pabrik atau toko.

Kami banyak mempunyai koleksi bambu-bambu unik. Semua bambu kami mempunyai identitas yakni jenis, nama dan khasiatnya.

Apabila diantara pembaca berminat memiliki, kami akan menjualnya.

Hubungi KAMI……………….08214156608, kami siap membantu anda

Bambu Pethuk

5 Apr

BAMBU PETHUK

CIMGJ4jhjj301

Yang dimaksud dengan bambu pethuk adalah bambu dimana  kedua ranting masing-masing  tumbuh pada satu buku-buku. Bambu pethuk ini digunakan sebagai metafora orang yang mudah bertemu rasa (perasaannya tajam), sehingga dijuluki sebagai “Bambu Temu Ros” yang berarti “bambu bertemu roso (rasa)”. Karena “Ros” dalam bahasa jawa berarti ruas maka kemudian banyak  orang beranggapan salah bahwa bambu pethuk berarti bambu yang ruasnya bertemu atau posisi ruasnya berhadapan.  Kemudian ketidak tahuan tersebut berkembang menjadi pengetahuan umum yang salah.

Mistik Bambu Pethuk

Jenis bambu unik yang paling langka dan dianggap sangat mistis adalah bambu pethuk (jw : pring pethuk).  Untuk menemukan bambu pethuk tidak seperti cara menemukan bambu-bambu unik lainnya. Banyak persyaratan lahir dan bathin yang harus dipenuhi apabila ingin mendapatkan bambu ini.

Banyak cerita yang berkembang mengenai bambu unik khususnya bambu pethuk di dunia mistik. Namun jarang sekali yang menyinggung bagaimana proses menemukan dan mengambil bambu pethuk.

Diyakini bahwa dimanapun barongan (rumpun bambu) yang didalamnya terdapat bambu pethuk, maka tempat tersebut pasti mengandung kegaiban dan angker. Batang bambu yang ditumbuhi bambu pethuk dapat dipastikan dijaga oleh lelembut, umumnya gendruwo, kuntilanak atau wewe (sejenis kuntilanak). Para penunggu selalu menyembunyikan bambu pethuk tersebut sehingga seseorang dengan mata biasa tidak akan dapat melihat adanya benda tersebut. Hanya orang tertentu yang dapat mendeteksi keberadaan benda tersebut, walaupun belum tentu bisa mengambilnya.

Sebagaimana benda-benda keramat, untuk mendapatkan bambu tersebut selalu melalui proses ritual yang penuh dengan persyaratan baik fisik maupun non fisik.

Kegunaan dan khasiat bambu pethuk dikenal banyak orang sebagai tumbal rumah wallet, tumbal show room, pabrik atau toko. Sesuai dengan namanya, maka tujuan menggunakan bambu pethuk sebagai tumbal adalah agar segala sesuatu yang diharapkan dapat ditemukan (jw : Temu Roso)

Sedemikian manjurnya pengaruh bambu pethuk, tidak saja membuat para pengusaha kaya berlomba-lomba mencari untuk mendapatkannya dengan nilai atau harga yang kadangkala fantastis, para supranaturalpun juga berlomba-lomba ingin memiliki.

Bentuk dan sebutan Bambu Pethuk

Kombinasi pertumbuhan pethel/ranting dan ruas menghasilkan berbagai bentuk yang dengan sendirinya juga unik. Sebutan bambu pethuk sesuai dengan bentuk dari bambu-bambu tersebut, seperti Badar, Satrio, Gunung, Singkir, Senopati dan banyak lagi sebutan yang diberikan kepada masing-masing bentuk bambu pethuk. Namun, ada beberapa bentuk yang lain dari bambu pethuk tidak mempunyai sebutan atau nama, karena beragamnya bentuk dan kombinasinya.

Sebenarnya nama-nama yang diberikan kepada bambu-bambu pethuk ini semata-mata didasarkan pada bentuk yang dihasilkan oleh kedua pethel/ranting yang masing-masing tumbuh berhadapan bukan berdasarkan “nama asli” atau nama sesungguhnya yang dipunyai oleh bambu-bambu tersebut. Nama Asli adalah nama mistis dari bambu. Dapat dikatakan bahwa yang dimaksud nama mistis adalah nama penunggu/nama gaib dari bambu.  Nama-nama asli khusus bambu  pethuk disini dengan alasan tertentu sengaja tidak dicantumkan.

Walaupun secara umum semua bambu ini mempunyai energi dan pengaruh positif, beberapa bambu dengan tujuan tertentu dianggap kurang tepat untuk dijadikan “tumbal”, seperti bambu  Pekik Langka atau Tulak, kurang cocok untuk  rumah walet.

petukkukaCIMG43m6Presmka

Bambu Pethuk (foto 1) dijuluki bambu pethuk Badar, sedangkan foto 2 dijuluki bambu pethuk Gunung walau tumbuhnya kurang sempurna. Kedua bambu ini berasal dari pokok batang bambu rampal dan betung (petung).

Kedua bambu pethuk di atas masing-masing mempunyai bentuk yang sempurna. Sedangkan beberapa bambu pethuk bisa saja mempunyai bentuk yang unik sekali (foto 3 dan 4) karena adanya kombinasi dari pertumbuhan ruas dan ranting.

Bambu pethuk ini pada foto 3 memiliki nama mistik “Bambu Jrejet Malik Penganten” merupakan kombinasi dari ranting tumbuh terbalik dan ranting duri bercabang. Bambu pada foto 4, pada buku-buku tumbuh dua ranting besar pada bagian bawah sedangkan pada bagian atas tumbuh ranting kecil dibawah ruas diatasnya, membentuk ranting saling berhadapan menjadi bambu pethuk. Bambu pethuk ini memiliki nama mistik “Bambu Malik Penganten”.

Sekarang ini nama Bambu Pethuk sudah  popular di dunia bisnis barang-barang antik yang berunsur mistik. Banyak orang yang mengaku sebagai pembeli dengan memberi nilai sangat tinggi, mungkin ratusan juta atau bahkan milyaran rupiah, demikian pula yang mengaku sebagai pemilik bambu pethuk. Tidak terhitung para mediator yang ikut andil dengan pengharapan akan mendapatkan keuntungan besar dari bisnis bambu pethuk. Kenyataannya, karena sulitnya memperoleh barang yang benar-benar asli dan alami, maka banyak petualang yang mengambil kesempatan dalam kesempitan ini dengan cara membuat atau merekayasa bambu biasa menjadi bambu pethuk.

Ribuan bambu pethuk palsu diproduksi dengan harga yang sangat murah. Dan, ribuan pula bambu pethuk aspal (asli tapi palsu) dibuat dan diperdagangkan oleh para pemalsu. Oleh sebab itu kita sering terkecoh dengan adanya barang palsu ini.  Media yang biasa digunakan untuk membuat bambu pethuk palsu biasanya lem, paku, cat atau dempul.  Kalau hanya melihat fisiknya saja, kadangkala kita sulit membedakan apakah benda tersebut asli atau palsu.  Namun, bagi para ahli kebatinan hal tersebut tidak menjadi masalah, karena bambu pethuk asli pasti mengandung energi yang sangat besar, selain energi yang ditimbulkan oleh “penunggu” bambu tersebut.  Sebagai contoh seperti gambar di bawah ini, merupakan bambu-bambu pethuk aspal (asli tapi palsu).

petukpalsukendita

Bambu pada foto 1 dan 2 asalnya bukan bambu pethuk, kemudian pada salah satu ruas dibuatlah seakan-akan ruas terbalik dengan cara meraut dan membentuknya dengan pisau, sehingga jadilah bambu pethuk yang seakan-akan asli.

Bambu unik (foto 3 dan 4) yang bentuknya mirip dengan bambu pethuk adalah bambu yang disebut Kendit.

Kedua bambu pada foto 3 dan 4  pertumbuhan ruas-ruasnya cukup unik, dimana di atas ruas yang ditumbuhi ranting dengan ukuran relatif besar tumbuh semacam ruas, padahal merupakan cacat batang saja.

—————————————————————————————————————————————

Kami mempunyai beberapa koleksi bambu pethuk asli. Bagi yang berminat dapat menghubungi kami (no. hp.

082141516608)

Gambar

Misteri dan Simbolisasi Bambu

5 Apr

Misteri dan Simbolisasi Bambu

Bagi suku Jawa, bambu selain mempunyai nilai kegunaan yang banyak, juga terdapat bambu tertentu yang karena bentuknya atau pertumbuhannya yang abnormal, dilihat dari sisi supranatural menjadi benda yang dianggap mengandung unsur mistik yang kuat, bertuah  dan dapat dimanfaatkan lebih dibanding bambu biasa.

Bambu-bambu yang bentuk atau pertumbuhannya abnormal saya sebut “Bambu Unik”. Berdasarkan unsur mistik yang terkandung pada bambu unik juga sekaligus terkandung energi positif yang mempunyai pengaruh terhadap lingkungannya. Hampir seluruh bambu unik mengandung unsur energi positif, oleh sebab itu dapat saja dianggap mempunyai kegunaan dan pengaruh positif dan unik.

Pertumbuhan yang abnormal tersebut bukan disebabkan oleh faktor yang berasal dari luar seperti binatang ular, kelelawar, kumbang, ulat dan jenis binatang lain, namun memang tumbuh secara abnormal, sehingga bisa saja disebut sebagai bambu-bambu cacat.  Ada pendapat dari seorang pawang bambu bahwa bambu-bambu unik tertentu seperti bambu kendit, bambu lilit, dan khususnya bambu pethuk pertumbuhannya disebabkan oleh bisa ular weling (ular belang).

Hampir semua bambu unik dijaga atau ditunggui oleh lelembut atau makhluk gaib. Oleh sebab itu, dalam penglihatan biasa kita tidak akan dapat melihat atau menemukan secara fisik bambu-bambu unik tersebut pada kerimbunan bambu yang hidup di alam bebas, karena fisik bambu-bambu tersebut disamarkan, ditutup atau disembunyikan oleh kekuatan gaib penunggunya.

Pada umumnya bambu-bambu unik lebih mudah ditemukan pada waktu malam hari karena bambu-bambu tersebut mengeluarkan cahaya, oleh sebab itu, tidak heran bahwa hampir semua bambu unik  ditemukan dan diambil pada waktu malam hari.

Contoh ritual seperti memotong kambing hitam, kambing kendit, ayam cemani, menyediakan (membakar) candu atau kemenyan putih, dan sejenisnya adalah ritual khusus yang dilakukan untuk mendapatkan bambu pethuk. Ritual yang biasa dilakukan untuk mengambil bambu unik selain bambu pethuk adalah membakar “bakaran” seperti hio, kemenyan dan sejenisnya yang nilai atau harganya relatif murah.

Dalam filosofi Jawa bambu-bambu unik digunakan bukan hanya sebagai metafora dari tipologi seseorang, juga dianggap mempunyai pengaruh terhadap pemilik benda tersebut.

  • Bambu Patil Lele,  karena terdapat dua ranting yang tumbuh saling bersebelahan dalam satu ruas cocok untuk orang yang memerlukan kelancaran dalam berkomunikasi dengan orang lain.
  • Bambu Ketemu Ruas (Jw : Pring Temu Ros), mempermudah dalam menjalin hubungan dengan orang lain dalam segala urusan. Dipercaya cocok untuk orang-orang dalam berbisnis dan marketing.
  • Bambu Pethuk, yaitu bambu yang ranting-rantingnya tumbuh pada satu ruas bawah atas saling bertemu, dapat mempermudah dalam mendapatkan apa yang diinginkan. Bambu-bambu jenis ini dipercayai sangat cocok untuk mengembangkan usaha dagang serta untuk usaha rumah walet.
  • Bambu Ranting Tembus Tengah (Jw : Pring Pethel nJebus Tengah), yaitu bambu yang salah satu atau lebih rantingnya tumbuh bukan dari ruas namun langsung dari batang (buku-buku), dapat mempengaruhi pemilik dalam mempertajam rasa sehingga mudah untuk menyelesaikan segala persoalan. Dipercaya cocok untuk orang-orang berprofesi sebagai konsultan, hakim dan jaksa.
  • Bambu Cabang (Jw : Pring Sampit), yaitu bambu yang batang atau rantingnya tumbuh bercabang,  mempunyai kemampuan mempersatukan orang-orang yang berselisih atau menyatukan pendapat yang berbeda. Bambu jenis ini oleh orang-orang jaman dulu digunakan sebagai jimat bagi laki-laki yang mempunyai lebih dari satu isteri.

Keunikan dan mistik bambu selain berasal dari batang dan bagian-bagiannya, juga terdapat benda lain yang cukup unik dan langka yang berasal dari bambu yaitu “Mustika Bambu”. Mustika ini umumnya ditemukan di bagian batang bambu.

Beberapa bentuk dan jenis mustika bambu, seperti pada foto di bawah ini.

mustikabambu1

Bentuk mustika ini seperti telur, beberapa berbentuk agak bulat (gambar kanan) dengan ukuran relatif besar, diameternya sekitar 5cm-7cm dengan panjang bisa mencapai 6-11cm. Mustika ini sangat keras dengan tekstur yang unik, sangat alami, segar seakan-akan hidup. Mustika bambu seperti di atas ditemukan di bagian dalam pangkal pokok pohon, memenuhi rongga bambu yang padat. Energi mustika ini sangat besar, ditengarai mempunyai khasiat tidak kalah dengan bambu pethuk maupun bambu unik lainnya. Selain bentuk unik mustika bambu di atas, ternyata didalam batang bambu juga dapat ditemukan mustika yang teksturnya juga alami, sebagaimana foto di bawah.

mustika1

Selain jenis-jenis mustika yang ditemukan di dalam rongga batang bambu, didalam tanah dimana gerombolan bambu tumbuh kadang terdapat mustika yang bentuknya juga mirip batu koral. Dapat dipastikan bahwa pada gerombolan bambu dimana terdapat mustika yang terpendam akan bermunculan bambu-bambu unik yang tumbuh. Bahkan apabila mustika yang terdapat di bawah gerombolan bambu tersebut diambil, bisa terjadi bambu-bambu yang hidup diatasnya juga akan mati.

Masih berhubungan dengan bambu, banyak orang mengenal benda yang juga berasal dari bambu yang ditengarai mempunyai khasiat yang sangat besar untuk menarik, memikat lawan jenis (Jw : pelet) yang sangat ampuh dan mengandung unsur mistis yang kuat yaitu yang disebut “buluh perindu”.

Ada tiga versi yang diduga sebagai buluh perindu, namun salah satunya sebetulnya bukan termasuk buluh perindu yaitu “akar bangun” yang berasal dari hutan Kalimantan.  Sebutan lain dari akar bangun adalah “bulu perindu”, yaitu benda kecil-kecil semacam bulu dengan panjang sekitar 4-5cm, berwarna gelap dengan bentuk yang tidak lurus.

Bulu perindu sering ditemukan bergerombol dan melekat pada pokok sebuah pohon tertentu. Orang seringkali memainkan benda ini agar dapat bergerak-gerak seakan-akan hidup dengan cara dibasahi dengan air dan ditaruh di atas kertas bersih. Contoh bulu perindu (Dayak : akar bangun) seperti pada gambar paling kanan di bawah ini.

Sedangkan dua versi yang lain diduga merupakan benda-benda seperti kriteria yang dimaksudkan sebagai “buluh perindu”, yang benar-benar berasal dari bambu.

Gambar sebelah kiri adalah “buluh perindu” yang merupakan sulur-sulur yang tumbuh di dalam batang bambu, menghubungkan antara ruas yang satu dengan ruas yang lain dalam satu buku-buku. Sulur-sulur ini dapat tumbuh banyak sekali. Gambar tengah adalah Buluh Perindu berbentuk rumput, dan sebelah kanan disebut Akar Bangun atau sebagian orang menyebut “bulu perindu”

buluh

Gambar tengahiri adalah “buluh perindu” yang tumbuh disangkar burung elang. Konon, untuk menarik burung elang indukan lain agar tertarik dan memberi makan pada anakan burung, maka si induk asli meletakkan “buluh perindu” pada sangkar yang dibuatnya, dengan tujuan untuk pemikat burung lain. Untuk mendapatkan buluh-perindu yang demikian, indukan burung elang dengan instinknya yang kuat mencari dan menemukan buluh perindu di alam bebas. Kadangkala “buluh perindu” yang ditemukan orang pada sangkar burung elang dapat berupa potongan kecil sebesar lidi yang berasal dari buluh perindu lidi, juga bisa berbentuk seperti rumput.

Konon, untuk mengetes keaslian buluh perindu adalah dengan cara dilepas di sungai yang mengalir. Apabila benda tersebut melawan arus sungai berarti benda tersebut asli sebagai buluh perindu.

Pada dasarnya buluh perindu yang alami yaitu yang diambil dari sarang burung elang dapat langsung digunakan orang untuk pemikat/pelet, sedangkan yang berasal dari batang bambu (Gambar paling kiri) harus melalui proses ritual terlebih dahulu antara lain dicampur dengan minyak kelapa hijau asli dengan menggunakan mantra tertentu, dan sebagainya.

BENTUK DAN NAMA UMUM BAMBU UNIK

Alam telah melahirkan bermacam bentuk bambu-bambu yang tumbuh secara tidak normal dan  unik. Keunikan tersebut bisa meliputi batang, ruas dan ranting. Bambu normal biasanya berbatang lurus mulai dari pangkal hingga ujung dan tidak bercabang. Keadaan abnormal pada batang dan ranting dan dikategorikan unik bila batang bambu dan atau ranting-rantingnya bercabang dua atau lebih. Termasuk batang yang dalam keadaan normal tumbuh lurus ke atas menjadi unik karena tumbuhnya bengkok, melingkar atau menghadap ke bawah. Keunikan pada pertumbuhan batang lainnya seperti Bambu Kosong, Bambu Buntu atau Buta, Bambu Tongtong, Bambu Penganten dan lain sebagainya.

Bentuk abnormal yang lain adalah terjadi pada ruas. Pada keadaan normal semua ruas-ruas bambu menghadap ke atas. Bila ada ruas yang tumbuh terbalik, maka bambu tersebut menjadi abnormal. Pertumbuhan ruas bambu abnormal yang lain adalah ruas yang  melilit,  seakan tidak saling bertemu. Bambu seperti itu disebut Bambu Lilit.

Pertumbuhan ranting selalu mengikuti pertumbuhan ruas. Bila terdapat ruas yang terbalik, maka ranting bambu tersebut juga akan tumbuh terbalik. Bila ruas-ruas bambu tersebut melilit, maka ranting-rantingnya juga tumbuh mengikuti ruasnya.

Ranting bambu, normalnya tumbuh zig-zag dan hanya berjumlah satu, dan menjadi abnormal apabila ranting-ranting bambu tumbuh lebih dari satu pada ruas dengan posisi bertolak belakang. Keunikan pada pertumbuhan ranting seperti Bambu Tapak Jalak, Bambu Ronggos, Bambu Carang dan lain sebagainya.

Terdapat berpuluh-puluh jenis bambu unik dengan masing-masing sebutan (nama) serta khasiat serta manfaatnya.

Selain pertumbuhan yang unik, dari bagian-bagian bambu juga bisa dapat dimanfaatkan karena keberadaannya yang langka seperti Air Bambu dan Bunga Bambu.